edit the balance of ways
Posted by diannugraha87 on April 9, 2008
“Barang siapa yang ingin mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia, maka dia harus memiliki ilmunya dan barang siapa yang ingin mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di akhirat, maka dia harus memiliki ilmunya, dan barangsiapa menginginkan keduanya, maka ia harus memiliki ilmunya” (al-hadis)
“Life ia a place of warfare, hidup adalah perjuangan dan pertempuran. Hidup ini tidak ada bedanya dengan medan perang, hanya memberikan dua pilihan kalah atau menang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhadapan dengan perjuangan, bertempur dengan diri sendiri. Sadari bahwa dari sekian banyak musuh yang harus dikalahkan, yang terberat adalah musuh yang terdapat di dalam diri kita sendiri”
”Keberanian merupakan aset yang berharga bagi kita, karena keberanian bisa membuat sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Keberanian bisa mengubah sikap negatif menjadi positif, loyo menjadi semangat, pasif menjadi aktif, pesimis menjadi optimis, miskin menjadi kaya, gagal menjadi sukses. Kalau sudah menyadari besarnya kekuatan keberanian, berarti kita harus memanfaatkannya semaksimal mungkin dengan: Berani Bercita-cita Tinggi, Berani Bangkit dari Kegagalan, Berani Belajar dari Kelemahan dan Kesalahan, dan Berani Membayar Harga Keberhasilan.”
”jika visi bersifat abstrak dan masih berada dalam benak, maka misi bersifat konkrit. Kita boleh menyebut visi sebagai tujuan akhir, sementara misi sebagai tujuan perantara, misi ini bisa berbentuk tujuan jangka panjang, menengah, atau pendek. Intinya, misi(tujuan) merupakan media untuk mencapai visi (tujuan akhir).”
“kembali kepada makna hidup, jika kita menjalani hidup tanpa visi dan tujuan, maka kita ibarat berjalan dalam gelap tanpa cahaya. Kita menjadi seperti orang buta, tak tahu harus ke mana. Kalau kita coba menerobos kegelapan tanpa cahaya, kita hanya memperbesar risiko untuk tersesat. Kita juga bisa tersandung batu, menginjak kerikil tajam, atau terperosok ke dalam lubang.”
“makna dan tujuan hidup bagi umat islam sudah jelas, yaitu untuk beribadah kepada Allah Swt. Tujuan segala aktivitas-seperti mendirikan shalat, puasa, membayar zakat, sekolah, bekerja, menikah, dan sebagainya-adalah untuk mendapatkan ridha dari sang pencipta. Ali bin Abi Thalib berkata, “ketika kamu dilahirkan, engkau menangis sementara orang-orang di sekitarmu tertawa. Berbuatlah sesuatu dalam hidupmu agar ketika meninggal engkau bisa tertawa sementara orang-orang di sekitarmu menangis.”
Kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang dan juga tidak bisa mengulang masa lalu; satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah menjalani masa sekarang. Dalam bahasa inggris, bentuk kalimat waktu sekarang disebut present tense. Kalau kita membuka kamus, present bisa berarti hadiah. Jadi masa lalu adalah sejarah sedangkan masa sekarang adalah hadiah. Ya! Hadiah dari Allah untuk kita yang masih hidup. Oleh karena itulah, mari kita pergunakan hadiah ini sebaik mungkin. Jadilah sosok terbaik dan paling berprestasi hari ini, karena kemarin takkan mungkin kita ulangi dan esok tidak bisa kita ketahui. Kita takkan pernah bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi kita bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan sekarang untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Pada dasarnya, ini hanya bagaimanakah kita menentukan pilihan hidup. Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan (anonim). Tak ada keberhasilan tanpa tujuan, hidup tanpa tujuan ibarat kehidupan tanpa udara, hidup tanpa tujuan ibarat orang naik bis yang tidak tahu kemana kendaraan itu akan melaju (Davis J. Schwartz)
Dihadang persoalan hidup, merasakan kegagalan, memendam rasa frustasi, adalah fase dalam kehidupan. Bagaimana kita membuat pilihan dalam menjalani hidup, itu yang akan menentukan hakikat hidup, makna hidup, dan tujuan hidup. Menyerah, atau terus mencoba? Menjadi pecundang, atau mencoba menjadi pemenang? Allah Swt berfirman ”Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al-baqarah [2]:216)
Pepatah mengatakan ”Ilmu yang tak disebar bagaikan pohon tak berbuah.” Sebagai makhluk yang mudah lupa, berbagi merupakan sarana untuk memperkuat ingatan. Sahabat yang bijaksana berkata ”Jika hanya mendengar, besok kita akan lupa. Jika hanya melihat, kita mungkin ingat tetapi belum tentu bisa, namun jika kita berbuat, kita tidak hanya ingat, tetapi juga pasti bisa.”
”Jika Anda berpikir kalah, Anda telah kalah. Jika Anda berpikir tidak berani, Anda adalah penakut. Jika Anda berpikir kalah ketika ingin menang, hampir dipastikan Anda tidak akan menang. Jika Anda berpikir gagal, sesungguhnya Anda telah gagal. Jika Anda ingin menang, Anda harus berpikir. Karena sukses akan ditentukan oleh pikiran seseorang. Pemenang dalam hidup ini tidak ditentukan oleh kekuatan dan kecepatan. Seorang pemenang adalah yang selalu berpikir, Saya Bukan pecundang.”
”Anak-anakku, tahukah kalian, mengapa seorang yang marah cenderung berteriak keras meskipun lawan bicaranya sangat dekat, hanya tiga puluh centimeter di depannya?”. ”sesungguhnya ketika dua orang tengah bertengkar, meski secara fisik mereka dekat, tetapi hati mereka saling barjauhan. Mereka berteriak dengan harapan hati mereka bisa menjadi dekat. Namun semakin mereka berteriak, justru semakin jauh pula hati mereka.”.”sebaliknya ketika dua orang sedang jatuh cinta, mereka berbicara dengan sangat halus. Bahkan meskipun fisik mereka berjauhan, mereka bisa berbicara dari mata pasangannya, itu karena hati mereka sangat dekat.”
April 11th, 2008 at 3:26 pm
Penuh makna,.
Fantastic,.
Wonderful,.
Tetep exist nulis d’blog ya k’ krna aq hampir bs dpastikan (nyontek ne) akan menjadi org yg paling sering baca blog kakak,. Chay0o chay0o chay0o!! Hari ini milik anda,…………….!
April 13th, 2008 at 2:20 am
VERY GOOD, EXELENT,n Wonder Full.
Suatu ringkasan yang sangat bagus untuk pembangkit semangat..
Berjuang.. untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat..
Be a good motivator..SUKSES..SELALU
Restu..tunggu tulisan2 selanjutnya..