My Blog

tulisan yang harus aku tulis untuk diri sendiri dan sahabat

sebuah renungan untuk diriku sendiri

Posted by diannugraha87 on April 12, 2008

Dian, 4 September 1987, ketika kamu lahir, kamu lahir prematur, beratmu cuma 1.3 kg, begitu kecil dan kurusnya kamu saat itu, dua minggu kamu di inkubator, dengan selang-selang yang banyak, selama itu pula kamu berpisah dengan Ibumu, jangankan tertawa, menangis pun kamu nggak bisa, bersyukurlah dian, Allah sayang sama kamu, dengan izinnya, kamu tumbuh normal seperti anak lain, bersyukurlah, Allah sayang sama kamu, jalanilah hidup ini dengan syukur, hidup ini adalah anugrah yang telah Allah berikan padamu, jangan disia-siakan, pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk mensyukuri hidup dan menjalani hidup dengan baik.

Dian, ketika kamu berumur 4 tahun, kamu mulai tinggal hanya dengan Ibu, kakek, dan nenek.. ketika itu, kamu sering menangis, meskipun kamu masih belum mengerti apa yang kamu tangisi, Ya, ketika kamu merasa sedih dan kesepian, kamu selalu bertanya mengapa, mengapa ya Allah.. kenapa begini?  bersyukurlah dian, karena itu fase hidup yang harus kamu alami, skenario hidupmu, nggak ada yang perlu disesali atau ditangisi, Allah sayang sama kamu, Allah sayang sama kamu, barangkali inilah anugrah yang Allah berikan padamu untuk menjadi bekal bagimu menjalani hidup ini, hadapilah hidup ini dengan tegar, lapangkan dadamu, lapangkan dadamu ketika ditimpa cobaan, ingatlah, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Ya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan, di balik cobaan selalu tersimpan hikmah, itulah yang membuat kita semakin kuat, bersyukurlah atas segala yang Allah berikan padamu.

Dian, kamu ingat ketika pertama masuk SD? saat itu umurmu 5 tahun, kulitmu putih, halus, sayang, badanmu kecil dan terlalu lemah, sementara teman-temanmu lebih tua darimu, lebih besar, dan lebih kuat. kamu ingat ketika kamu sering menangis di kelas? terisak-isak, Ya, dulu kamu suka nangis, cengeng, lemah, kamu masih ingat, sebenarnya apa yang kamu tangisi saat itu? apa karena olokan temen-temenmu? bukan, yang kamu cari saat itu hanya perhatian, ya, kamu kesepian, kamu butuh perhatian, menangis rasanya cuma satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan untuk menarik perhatian, bersyukurlah, Allah sayang sama kamu, barangkali inilah anugrah yang Allah berikan buat kamu untuk menjadi seorang yang berperasaan, kamu ingat pesan kakek? nggak apa-apa kamu disakiti orang, tapi ingat jangan sekali-kali kamu menyakiti hati seseorang, karena luka hati selalu meninggalkan bekas yang dalam.

Dian, kamu ingat ketika berumur 10 tahun, kakek dipanggil Allah, sosok yang selama ini selalu melindungimu, sosok yang selalu bisa kamu percayai, yang tangannya selalu bisa kamu jadikan pegangan, yang kata-katanya selalu membuatmu merasa kuat dan mampu bertahan, sosok pengganti ayah bagimu, kamu ingat, apa yang kamu rasakan saat itu? Ya, kamu kehilangan panutan hidupmu, kamu mulai berubah menjadi seorang pemurung dan orang yang tertutup. Bersyukurlah karena Allah sayang padamu, barangkali inilah anugrah yang Allah berikan padamu untuk memahami bahwa kita akan menyadari betapa berpengaruhnya seseorang dalam hidup ketika dia meninggalkan kita. Barangkali ini juga pelajaran bagimu untuk mulai mengambil keputusan sendiri, tidak cengeng dan gampang menyerah.

Dian, kamu ingat ketika mulai masuk SMP? kamu sudah nggak cengeng lagi, tapi kamu berubah menjadi seorang yang tertutup dan pendiam. kamu hidup dalam realitas yang kamu ciptakan sendiri, YA, realitas kesendirian, yang membuatmu menjadi seorang pendiam. kamu ingat ketika kamu menodai dua caturwulan dengan menyontek? kamu ingat ketika dengan nada bercanda, sahabatmu menegurmu dengan senda guraunya "hahaha, dian, klo nyontek mah aku juga bisa dapet nilai bagus, tp nggak sih, aku kan nyontek tiap ujian, tp kenapa nilaiku nggak bagus ya, hahaha" bersyukurlah pada Allah, Allah sayang sama kamu dengan menyadarkanmu bahwa menyontek itu perbuatan sia-sia, laghun, nggak ada gunanya, barangkali inilah anugrah yang Allah berikan, hingga kamu mulai terbiasa mengerjakan semuanya dengan jerih payah kamu sendiri, berterimakasihlah pada Allah dan sahabatmu itu yang telah menyadarkanmu.

Dian, kamu ingat ketika menjelang kelulusan? ketika kamu ingin melanjutkan ke SMA sementara Ibumu menganjurkan untuk masuk SMK, saat itu kamu merasa bimbang, berat, ya, sangat berat ketika kita nggak bisa melakukan apa yang kita inginkan, terasa berat ketika kita nggak bisa sama-sama dengan teman yang selama ini selalu saling menguatkan, sangat berat ketika kita terpaksa meninggalkan cita-cita kita, harapan kita, membuang jauh-jauh gengsi kita dan mengambil langkah yang dibilang nyeleneh. tapi bersyukurlah, Allah sayang sama kamu, barangkali disinilah kamu diajari bahwa pilihan orangtua, apapun itu, selalu menjadi pilihan terbaik yang bisa kita ikuti, nggak ada orangtua yang ingin anaknya sengsara, semua dilakukan demi kebaikan anaknya, syukron, kamu diberi sosok seorang Ibu yang penyayang dan bertanggung jawab.

Dian, kamu ingat ketika agustus 2004 kamu sakit demam berdarah selama 3 minggu, mengalami kejenuhan belajar, mengalami banyak kekecewaan di sekolah, hingga puncaknya kamu mengalami depresi hampir selama 3 bulan dan secara Irasional kamu ingin pindah ke SMA walaupun harus turun tingkat? bersyukurlah dian, Allah masih sayang sama kamu hingga membuatmu mampu bangkit dari depresi dan memulai hidup yang samasekali baru, membuatmu mulai menerima diri sendiri, mulai mensyukuri apa yang terjadi, mulai menerima semua hal yang pernah kamu alami sebagai sebuah proses dan fase yang memang harus dilewati, bukan untuk disesali dan ditangisi. bersyukurlah pada Allah yang telah memberikan jalan hidup yang baik bagi kamu hingga saat ini.

Sahabat-sahabatku, 7 paragraf di atas adalah renungan untuk diriku sendiri, tapi nggak menutup kemungkinan dapat menghibur teman-teman yang mungkin pernah mengalami apa yang pernah aku alami. Sahabatku, mari jalani hidup dengan syukur, kenapa, karena hampir dapat dipastikan ketika kita mensyukuri segala sesuatu, maka nikmat yang kita terima akan ditambah oleh Allah.. nggak percaya? Ini sudah Sunatullah-Nya, sama seperti hukum memberi1=menerima10, its real.. suerrr, nggak bohong. Pernah baca quantum ikhlas? Resumenya ada di blogs nya dian, intinya ikhlas dan syukur bisa membawa kemujuran-kemujuran yang ajaib dalam hidup. Percaya deh, soalnya kemarin dian dapet kejutan indah, sebuah laptop vaio VGN-SZ460 dari depdiknas, surprise, dreams comes true, laptop terbaik yang pernah dian pake, yang secara logic nggak bisa dian beli dari uang saku, hehe.. unbelievable, speknya mengalahkan PC dian yang diatas rata-rata.. syukron, bulan ini penuh berkah, banyak kejutan indah, continuisly improvement untuk menjadi yang lebih baik.

Pernah dengar nggak "Ketika kita menginginkan cita-cita terwujud, rasakan bahwa cita-cita itu telah terwujud, pikirkan apa yang telah kamu lakukan hingga cita-cita itu terwujud, bersyukurlah Allah telah mengabulkan cita-citamu, kemudian kembalilah ke realita sekarang, persiapkan apa yang harus kamu siapkan, nggak ada yang instan di dunia ini, semua ada proses dan perjuangan, manusia yang merencanakan, Allah yang menentukan." tapi ada jalur bebas hambatan yang bisa kita pilih, yaitu berbuat baik pada orangtua terutama Ibu, secepat-cepatnya doa dikabul adalah doa seorang Ibu yang mendoakan kebaikan buat anaknya, maaf, terkadang dian sering bertanya "Kenapa aku bisa lulus di tiap seleksi akhir untuk lomba LKS, ASC, atau WSC, hingga sempat pergi ke brunei sama jepang, padahal dilihat dari kemampuan, mental, apapun itu, banyak teman-teman yang lebih baik dari aku, aku ini gampang grogian lo, suka keringetan, suka gemeteran, pokoknya nggak ngerti kenapa justru aku yang terpilih, Ajaib, kesempatan demi kesempatan sepertinya memang disiapkan untukku, di lubuk hati kecilku, aku yakin ini doa Ibu yang selalu mendoakan kebaikan buat anaknya, percaya deh, doa orangtua, ajimat bagi kemajuan kita, syukron kalian udah mau baca, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, keep in touch ya..

(ditulis di kamar kecilku di cimanggis, 12 April 2008)

2 Responses to “sebuah renungan untuk diriku sendiri”

  1.   Restu Says:

    Cerita yang bagus, membuat restu inget kejadian minggu ini. restu hampir khilaf n lupa ma nikmat yang Allah berikan tapi syukur alhamd..masih ada orang yang mengingatkan.nampaknya Allah masih sayang ma Res..
    Hidup memang penuh perjuangan, Allah pasti akan selalu ada buat orang2 yang mau berusaha..
    Orang yang bersyukur adalah orang yang akan merasa kecukupan walaupun orang itu dalam kemiskinan. nAMUN ORANG YANG TIDAK BERSYUKUR AKAN SELALU MERASA KEKURANGAN walaupun dirinya berlimpah harta… Tapi bukan berarti orang ga boleh kaya yang penting selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan mau berusaha..
    SEMANGAT!!!!!

  2.   ferdi Says:

    Semuanya memang sudah diatur sama Allah (yang menciptakan kita), kita hanya tinggal melaksanakan saja. Apa yang kita anggap baik bagi hidup kita belum tentu itu yang terbaik bagi hidup kita, tetapi yang terbaik bagi hidup kita adalah apa yang direncakan Allah untuk hidup kita. Allah mengetahui, tetapi kita tidak. Ada yang mengatakan…(tuliskan semua rencanamu dengan pensil dan berikan penghapusnya kepada Allah. Biarkan Dia menghapus bagian2 dari rencanamu dan menggantinya dengan rencana-Nya yang lebih baik)

Leave a Reply



XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>